Jumat, 03 April 2015

Kisah Putri Hurrem

Haseki Hürrem Sultan (pelafalan Turki [haseˈci hyrˈrem sulˈtaːn]), (Turki Utsmaniyah: خرم سلطان, lahir 1506; meninggal di Istana Topkapi, 15 April 1558) (disebut juga Roxelana yang merupakan julukannya dalam bahasa-bahasa Barat atau Alexandra Lisowska yang merupakan nama lahirnya) adalah istri Sultan Suleiman I dari Kesultanan Utsmaniyah.




Ia lahir di kota Rohatyn, yang saat itu dikuasai oleh Kerajaan Polandia. Pada tahun 1520-an, ia ditangkap oleh bangsa Tatar Krimea dan diperbudak ke Kaffa, lalu ke Konstantinopel. Kemudian, ia dipilih untuk masuk ke harem Suleiman. Segera Hurrem menarik perhatian Suleiman, dan membuat perempuan-perempuan harem lainnya cemburu. Suatu hari, selir favorit Suleiman, Mahidevran, bertengkar dengan Hurrem dan memukulinya. Suleiman membuang Mahidevran ke Manisa bersama dengan anaknya yang merupakan calon pewaris takhta, Mustafa. Pembuangan ini secara resmi disebut "pelatihan putra mahkota." Beberapa tahun kemudian, karena takut akan memicu pemberontakan, Suleiman memerintahkan agar Mustafa dibunuh dengan dicekik.
Pengaruh Hurrem kepada sultan kemudian terus menguat. Ia melahirkan enam anak, yaitu Putri Mihrimah , Selim II , Beyazid , Abdullah, Cihangir , dan Mehmed

Suleiman juga menikahi Hurrem, dan ini merupakan pelanggaran tradisi panjang Utsmaniyah. Akibatnya, posisi Hurrem menjadi semakin kuat, dan pada akhirnya Selim-lah yang menjadi penerus.
Dalam kehidupan sehari-hari di istana, Hurrem menjadi penasihat, dan memengaruhi jalannya urusan luar negeri. Dua suratnya ke raja Polandia Sigismund II Augustus adalah contohnya. Beberapa sejarawan juga meyakini bahwa Hurrem memengaruhi suaminya agar mengontrol penjarahan bangsa Tatar Krimea di tanah kelahirannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar