Seorang pemuda bernama Wesley Gibson
hanyalah seorang karyawan lugu yang bekerja sebagai akunting, ia sering
menjadi bulan-bulanan atasan dan teman kerjanya. Lebih buruk lagi,
pacar Wesley selingkuh dengan teman kerjanya, dan ia tak mampu berbuat
apa-apa. Wesley selalu meminum obat anti-depresan ketika ia merasa
stres. Dia berkata bahwa ayahnya telah meninggalkannya ketika ia masih
berusia 7 hari. Dia bertanya-tanya apakah mungkin ketika ia lahir
ayahnya melihat kegagalan pada dirinya.
Di tempat lain, seorang
pria bernama "Mr.X" menjumpai seorang wanita ahli balistik untuk
mengetahui siapa yang membuat peluru yang ditemukannya. Wanita itu
mengamati peluru tersebut dan mengatakan bahwa peluru tersebut bersih,
tidak bisa terlacak. Tiba-tiba seseorang dari gedung sebelahnya menembak
wanita ahli balistik tersebut tepat di kepalanya, lalu Mr. X melompat
lewat jendela dan menembaki lawan-lawannya. Ponsel lawannya yang telah
tewas berdering, kemudian ia mengangkat ponsel tersebut dan berbicara
dengan seorang pria, kemudian ia sadar bahwa ia telah berdiri tepat di
tanda X, kemudian Mr.X mati terbunuh ditembak oleh pria di ponsel dari
jarak jauh.
Suatu
malam di apotek, Wesley sedang membeli obat anti depresi untuk
mengatasi stres nya. Dia bertemu dengan seorang wanita misterius bernama
Fox mengatakan kepadanya bahwa ayahnya adalah seorang pembunuh elit
yang tewas sehari sebelumnya, dan Wesley adalah target berikutnya.
Wesley menjawab bahwa ayahnya meninggalkannya setelah seminggu
kelahirannya. Kemudian Cross, orang yang membunuh ayah Wesley datang
untuk membunuh Wesley. Terjadi baku tembak antara Cross dan Fox,
kemudian terjadi kejar-kejaran di jalanan Chicago. Fox membawa Wesley ke
markas Persaudaraan, tempat para pembunuh sejak seribu tahun lalu.
Di markas persaudaraan,
Wesley bertemu dengan pimpinan kelompok yang bernama Sloan, ia meminta
Wesley untuk mengikuti jejak ayahnya sebagai seorang pembunuh. Sloan
menyuruh Wesley untuk menembak sayap lalat yang ada di tempat sampah,
ketika ia menolak salah satu anggota menodongkan pistol di kepalanya,
itu membuat Wesley menjadi panik. Entah bagaimana Wesley berhasil
menembak beberapa sayap lalat. Sloan mengatakan bahwa ia mampu melakukan
itu karena jantungnya berdetak 400 kali per detik ketika ia stres dan
panik. Denyut jantung meningkat secara
drastis dan adrenalin menghasilkan kekuatan
super, kecepatan, dan refleks, terlihat ketika ia berhasil menembak
sayap lalat. Persaudaraan bisa mengajarinya untuk mengontrol
kemampuan ini, sehingga Wesley dapat mengikuti jejak ayahnya sebagai
seorang pembunuh. Wesley menolak dan melarikan diri dalam ketakutan. Gibson bangun keesokan harinya berharap semuanya mimpi, tapi ia menemukan pistol milik ayahnya, dan kemudian ia menyembunyikannya di toilet.
Wesley kembali bekerja, ketika akhirnya ia menemukan beberapa juta
dolar dalam rekening bank miliknya. Dia mengkritik bosnya di depan seluruh
pegawai kantor, dan saat berjalan keluar, dia memukul wajah Barry dengan
keyboard komputer. Wesley kemudian melihat foto dirinya dan Fox di halaman depan beberapa surat kabar sebagai buronan yang dicari ketika peristiwa di apotek. Fox
menunggu di luar untuk membawanya kembali ke
markas Persaudaraan disebuah pabrik tekstil sederhana. Tenunan kain akan
membuat kode-kode yang berisi nama target yang akan dibunuh.
Di pabrik tekstil tersebut, Wesley dilatih dengan keras untuk menjadi sebagai seorang pembunuh seperti ayahnya. Beberapa waktu kemudian, ketika pelatihan selesai, Wesley diberikan perintah untuk membunuh orang dari Loom of Fate, alat tenun memberikan nama-nama dari target melalui kode biner tersembunyi. Pada saat tugas pertamanya, Wesley ragu-ragu untuk membunuh sasarannya. Dia mengatakan kepada Fox bahwa tidak benar membunuh seseorang tanpa mengetahui tentang mereka atau mengapa mereka pantas untuk dibunuh. Fox kemudian menceritakan tentang kisah masa kecilnya, tentang seorang hakim yang menangani kasus sensitif, dan hakim telah memerintahkan terdakwa untuk dibunuh. Seorang pembunuh bayaran memegang gadis kecil tersebut dengan todongan pisau saat ia menunggu ayahnya untuk kembali ke rumah. Si pembunuh kemudian membunuh ayahnya dengan cara membakarnya hidup-hidup di depan gadis kecil tersebut. Fox menjelaskan bahwa orang yang membunuh hakim tersebut telah ditargetkan oleh Persaudaraan beberapa minggu sebelum peristiwa pembakaran tersebut, tapi anggota pembunuh mereka telah gagal untuk melaksanakan tugasnya, sehingga pembunuh hakim tersebut masih hidup dan membunuh orang lain. Fox kemudian memberitahu Wesley tentang semboyan dari persaudaraan, "Bunuh satu dan mungkin menyelamatkan ribuan".
Setelah mendengar cerita tersebut, Wesley akhirnya berhasil membunuh
targetnya dengan peluru yang melintas menikung dari tembakannya.
Sempat beberapa kali Wesley bertemu dengan Cross, ketika pertemuan tersebut lengan Wesley terkena tembakan peluru. Setiap kali Sloan memerintahkan Wesley untuk membunuh seseorang, Wesley selalu bertanya apakah targetnya adalah Cross, karena ia tidak sabar untuk membalas dendam atas kematian ayahnya. Pada suatu waktu, Sloan memberi tenunan kain tertulis nama Cross, yang berarti bahwa target berikutnya adalah Cross. Fox merasa bahwa itu terlalu dini, tapi kemudian diam-diam Sloan memberikan Fox misi untuk membunuh Wesley, ia mengatakan bahwa namanya juga muncul dalam mesin tenun.
Wesley menganalisis
peluru yang sempat tertembak di lengannya, dia menemukan bahwa pembuat
peluru tersebut adalah Pekwarsky, pembuat peluru yang tinggal di bagian
timur Moravia.
Wesley dan Fox segera melakukan perjalanan ke sana dan menangkap
Pekwarsky, dan memerintahkan Pekwarsky untuk
mengatur pertemuannya dengan Cross. Wesley melihat Cross di dalam
kereta yang akan berangkat, kemudian ia masuk ke dalam kereta tersebut
tanpa ditemani Fox. Fox mencuri mobil dan menabrakannya ke kereta,
akhirnya kereta tergelincir saat mencapai jembatan diatas jurang yang
dalam. Wesley hampir jatuh ke dalam jurang, tetapi Cross menangkap
tangannya menyelamatkan nyawanya. Setelah Cross menyelamatkan
hidup Wesley dengan mencegah dia dari jatuh ke dalam jurang, Wesley
menembaknya. Sebelum mati, Cross mengatakan bahwa dia adalah ayah
kandung Wesley, dan persaudaraan telah berbohong kepadanya. Fox
menegaskan hal ini, dan menjelaskan bahwa Wesley
direkrut karena ia satu-satunya orang yang tidak bisa dibunuh Cross,
karena Wesley adalah anak kandungnya. Fox
kemudian memberi tahu Wesley tentang urutan pembunuhan selanjutnya, dan
target selanjutnya adalah Wesley. Fox mengangkat
pistolnya untuk menembak Wesley, tapi Wesley lolos dengan menembak kaca
di bawahnya dan terjun ke
sungai di bawah.
Wesley terbangun di sebuah apartemen di seberang jalan dari apartemen tempat ia tinggal dengan mantan kekasihnya. Dia diselamatkan oleh Pekwarsky. Setelah memeriksa apartemen, ia menemukan barang-barang milik ayahnya, foto-foto dirinya ketika ia masih kecil, ayahnya selalu memantau dia seumur hidupnya. Pekwarsky memberi Wesley selembar kain tenun dan menyuruh dia untuk memecahkan kode itu. Wesley terkejut menemukan nama Sloan dalam tenunan tersebut. Pekwarsky menjelaskan
bahwa Sloan mulai menargetkan keuntungan setelah menemukan bahwa ia
ditargetkan oleh mesin tenun takdir, dan tidak memberitahu anggota
Persaudaraan bahwa mereka sekarang tidak lebih dari pembunuh bayaran.
Cross menemukan kebenaran, dan mulai membunuh anggota Persaudaraan untuk
menjauhkan mereka dari anaknya. Sejak saat itu Sloan telah menggunakan perintah pembunuhan palsu untuk mengarahkan persaudaraan sebagai pembunuh kontrak semata.
Wesley menyadari bahwa Cross tidak pernah benar-benar mencoba untuk membunuh dirinya dalam pertemuan mereka sebelumnya, ia telah membunuh anggota kelompok persaudaraan untuk menjauhkan mereka dari Wesley. Pekwarsky berangkat setelah memberikan tiket pesawat kepada Wesley, ia menyatakan bahwa ayahnya hendak dirinya hidup bebas dari kekerasan. Sambil menjelajahi apartemen, Wesley menemukan sebuah kamar rahasia yang merupakan tempat senjata dan peta milik ayahnya. Dia bahkan menemukan pasokan Pembasmi mini-bom yang dibuat dari tikus, ia menyadari bahwa bom tikus tersebut telah dipelajari oleh ayahnya.
Wesley menyadari bahwa Cross tidak pernah benar-benar mencoba untuk membunuh dirinya dalam pertemuan mereka sebelumnya, ia telah membunuh anggota kelompok persaudaraan untuk menjauhkan mereka dari Wesley. Pekwarsky berangkat setelah memberikan tiket pesawat kepada Wesley, ia menyatakan bahwa ayahnya hendak dirinya hidup bebas dari kekerasan. Sambil menjelajahi apartemen, Wesley menemukan sebuah kamar rahasia yang merupakan tempat senjata dan peta milik ayahnya. Dia bahkan menemukan pasokan Pembasmi mini-bom yang dibuat dari tikus, ia menyadari bahwa bom tikus tersebut telah dipelajari oleh ayahnya.
Wesley kemudian menyusun rencana untuk balas dendan kepada Sloan dan persaudaraan. Dengan sangat marah Wesley menyerang pabrik tekstil yang merupakan benteng
Persaudaraan dan pertempuran berjalan, menewaskan hampir setiap anggota
Persaudaraan. Setelah memasuki kantor Sloan, ia mengungkapkan penipuan
Sloan kepada para pembunuh yang ada di ruangan. Dia kemudian mencoba untuk membunuh Sloan, tetapi dihadang oleh Fox. Fox bertanya kepada Sloan apakah semua itu benar. Sloan kemudian mengungkapkan bahwa semua nama mereka telah muncul di mesin tenun, dan ia harus mengambil tindakan untuk melindungi mereka. Dia kemudian menjelaskan bahwa jika mereka benar-benar percaya dan mematuhi kode di mesin tenun, maka mereka harus membunuh diri mereka sendiri. Jika tidak, mereka harus membunuh Wesley. Para pembunuh lainnya memutuskan untuk membunuh Wesley, namun Fox yang percaya dan mematuhi kode di mesin tenun menembak dengan
peluru berbelok yang membunuh semua anggota Persaudaraan di dalam ruangan,
termasuk dirinya sendiri. Sebelum peluru mengenai dirinya, Fox melemparkan
pistolnya kepada Wesley, untuk membunuh Sloan. Sloan berhasil
melarikan diri, dan Wesley menghancurkan mesin tenun takdir.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar